Tampilkan postingan dengan label Wisata Alam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Wisata Alam. Tampilkan semua postingan

Senin, 21 Maret 2022

Wisata Alam Cisoka, Sumedang


Kampung cisoka, desa citengah, kec.sumedang selatan, merupakan wilayah perkebunan teh yang dulu dikelola oleh sebuah perusahaan terbuka sejak puluhan tahun lamanya.

Sampai saat ini, lokasi tersebut tetap menjadi lokasi perkebunan teh yang mayoritas masyarakat desa citengahlah yang menggarapnya.

Tepatnya di RT04 RW2, kampung cisoka. Agus (45) dan sebanyak kurang lebih 27 kepala keluarga tinggal di kampung ini.

Pria asli kelahiran Ciwidey, Bandung ini, telah mendiami lokasi perkebunan teh Cisoka sejak ia berusia belasan tahun. Pada awalnya ia di bawa oleh salah seorang pengusaha teh bersama ayahnya pada sekitar tahun 1983, hingga saat ini, Agus yang telah dikaruniai 2 anak ini, masih menempati tempat tinggalnya.

Sebuah tempat yang sangat asri, pemandangan yang hijau dan kehidupan yang jauh dari kemewahan. Bahkan, pengaliran listrik pun baru nampak tiangnya saja.

Tidak ada listrik, sama sekali. Demikian, sejak tahun 1992, barulah warga berbondong merakit kincir untuk aliran listrik bertenaga air. Bertahun-tahun lamanya, hingga pada tahun 2005 lalu, ada perhatian dari pemerintah daerah Sumedang, yang membantu masyarakat Cisoka dalam hal penerangan, dengan memberi bantuan panel Surya.

Kedua sumber aliran listrik tersebut bertahan sampai saat ini, meski terkadang pada musim kemarau, air disungai tidak mampu memutarkan kincir, hingga dampaknya listrik tetap saja jauh dari penerangan seperti umumnya dipusat pusat kecamatan.

Belum lama ini, desa cisoka telah menjadi kawasan wisata alam. Pembangunan demi pembangunan serta relokasi kebun garapan telah berubah menjadi vila, warung-warung, tempat berkuda, kolam wisata perahu dayung dan beberapa bangunan gubuk untuk disewakan kepada para pengunjung.

Sejak tahun 2000an, Agus, pun mulai mengembangkan usahanya dengan membuka warung. Mulai dari banyaknya pengunjung yang bermain dengan menggunakan kendaraan bermotor, kini Agus mulai menjajakan bensin eceran.

Agus mengungkapkan bahwa saat ini, hasil penjualan teh yang bisa dipanen 3bulan sekali itu hanya dibeli seharga 1250 per kg, oleh pengepul. Hal itu menjadi salah satu alasan Agus mulai merintis usaha-usahanya yang lain.

Lagi pula, warga sekitar tidak secara langsung mendapatkan keuntungan dari pihak-pihak yang membangun lokasi wisata, melainkan harus berpikir bagaimana caranya ia memanfaatkan pengunjung yang berwisata ke kampungnya.

Termasuk adanya penyelesaian jalan oleh pihak pemerintah serta pengaliran listrik, dilakukan dengan segera karena adanya pembangunan oleh para investor karya wisata tersebut, bukan semata-mata dari pemerintah untuk masyarakat Cisoka.*G