Tampilkan postingan dengan label bisnis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label bisnis. Tampilkan semua postingan

Minggu, 01 Mei 2022

Novia Agustian: Beranikan Diri Buka Toko Tembakau Rasa, Siap Saingi Roko-Roko Umum


SUMEDANG - Di bulan penuh berkah ini, sebagian orang percaya jika kita memulai usaha maka akan dilancarkan rizkinya. Amin

Seperti yang dilakukan oleh salah seorang mahasiswi asal Pamulihan, Novi Agustian, yang kini tengah memulai usaha dibidang tembakau.

Mungkin untuk sebagian orang, kaum hawa yang menjual tembakau rokok cukup aneh. Namun hal itu tidak jadi kendala berarti bagi mahasiswi semester 2 ini.

Toko tembakau yang kini dibukanya di rest area KM30, Desa Ciptasari Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Sumedang, terlihat cukup ramai pengunjung.

Ditambah, saat ini merupakan moment mudik lebaran. Tidak hanya pengunjung yang singgah saja, namun beberapa petugas pengamanan jalur mudik, terlihat suka dengan produk yang dijualnya.

Toko tembakau yang kini dinamai Raja Linting itu, sebelumnya telah dibuka di sebuah toko online dengan nama PJ'S Store. Namun, dikarenakan tembakau dan rokok umum sedikit rumit lebih diatur dibanding produk non tembakau, ia memutuskan berjualan secara konvensional seperti saat ini.

Novi mengaku di usia beranjak remajanya, ia suka memperhatikan proses jual beli tembakau yang dilakukan oleh ayahnya. Ya, ayahnya merupakan pengusaha tembakau, di daerah Tanjungsari sejak dulu hingga sekarang.

"Saya sekarang kuliah jurusan manajemen ekonomi, semerer2. Udah lama ini kan sistem perkuliahan daring, jadi untuk mengisi kekosongan. Saya mulai belajar untuk mengembangkan bisnis bapak" terangnya kepada ruber.id, Sabtu (30/4/2022) saat ditemui di tokonya,

"Sempat ragu, terus bilang ke bapak. Ternyata bapak support, Alhamdulillah. Dapet modal, terus sebagian bakonya kan emang punya bapak, jadi bisa sekalian bantu dijualin di sini" tambahnya.

Tembakau rasa yang dijajakanya tersebut, beragam jenis, asal tanam tembakau serta varian rasa yang begitu banyak.

Ia tidak menjual roko pabrikan yang biasa dijual di warung-warung, hanya tembakau lokal yang diolah melalui pabrik-pabrik kecil diberbagai daerah.

Novi menernangkan, saat ini di tokonya telah tersedia sekitar 15 jenis tembakau lokal dari berbagai daerah, diantaranya Cianjur, Garut dan pastinya Sumedang.

"Kebanyakan produk Sumedang. Tapi ada juga bako olahan luar daerah Sumedang. Kalau total item sih kurang lebih nyampe seratus lebih, mulai dari pahpir, bako, padudan, alat linting sama filter sampe ke lem kertasnya juga ada" terangnya.

Untuk harga, khusus tembakau dibandrol mulai dari 5 ribu rupiah hingga 25 ribu rupiah per kemasanya.

Sementara ini, pengunjung yang membeli tembakau ke tokonya didominasi oleh kalangan anak muda.

"Kebanyakan sih anak-anak muda, aa gtu. ada oang tua yang beli. Tapi khusus untuk pasar bako rasa ini kebanyakan anak anak muda dewasa, paling ada orang beberapa orang tua belinya bako mole." Tandasnya,

Ia berharap, dengan dibukanya toko tembakau itu, selain bisa membuktikan kepada diri sendiri terkait keinginanya untuk belajar usaha dan maju, tembakau lokal khususnya tembakau rasa bisa lebih dikenal oleh masyarakat umum layaknya roko-roko pabrikan ternama.

Penulis : Mr.G
Liputan video : klick disini