Tampilkan postingan dengan label cerita misteri. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label cerita misteri. Tampilkan semua postingan

Kamis, 24 Februari 2022

Hotel : Di Balik Kaca-Kaca Mencekam

HOROR - Panggil aku Nur, Ya, bukan nama asliku, juga rekan kerjaku. Pagi itu, bersama rekan-rekan kerja kantorku, berangkat ke sebuah lokasi pertemuan awal sebuah pelatihan. Ya, lagi dan selalu aku yang harus mewakili kantor untuk ikuti pelatihan serta rapat program lainnya.

Aku ditugaskan oleh kantorku untuk ikuti agenda tersebut, selama 3. Seperti biasa, para peserta pelatihan difasilitasi untuk mereka bisa beristirahat dan belajar. Ya, asrama terkadang, bisa juga hotel terdekat dengan tempat pelatihan.

Kali ini, Aku di tempatkan di sebuah hotel berbintang di salah satu kota di Jawa Barat. Pertemuan awal selesai cukup sore, karena beberapa peserta terlambat untuk memasuki gedung untuk menerima arahan. Sekira jam 5 sore, Aku baru bisa keluar dan memasuki hotel yang sudah di siapkan.

Sesaat setelah tiba di hotel tersebut, aku memasuki salah satu kamar yang berada di lantai 8. Karena terasa gerah akibat beraktivitas seharian, bergegas aku mandi dan membereskan baju-baju yang kubawa dari kota asalku.

Seharusnya, Ririn, salah satu temanku yang juga bertugas mewakili kantornya, menempati kamar yang berada di sebelah kamarku. Tapi karena rumahnya masih berada di kota tempat kami melaksanakan pelatihan, Ia memutuskan untuk pulang ke rumahnya.*

Sebelumnya, Aku dan Ririn turun dari kamar hotel untuk makan malam sebelum akhirnya kami beristirahat dan tidur.

"Kok bawa-bawa tas segala rin?" Tanyaku sembari mengunci kamar.

"Iya nih, aku gajadi tidur di sini, mau pulang aja, anakku di rumah lagi rewel" Jawabnya.

Di lobi kami berpisah, sambil pamit Ia menunjukan salah satu tempat makan yang ada di areal itu.

"Maaf ya gak bisa nemenin makan, eh di pojok sana ada tempat ramen, rasanya enak loh. pokonya rekomended hehe" Pungkasnya sambil berlalu ke luar.

Karena lelah berjalan, aku pun menuju ke tempat mie ramen tersebut. tidak jauh, bahkan tulisan 'Mie Ramen' yang terpampang jelas terlihat dari tempat aku dan Ririn berpisah.

Saat memasuki areal tersebut, terlihat hanya ada 3 buah meja panjang dengan aneka ornamen jepang dan satu pintu bertuliskan 'EXIT'. Aku pun duduk dan memesan Mie Ramen yang katanya enak itu.

Sesekali aku memperhatikan orang-orang masuk dan tidak memesan apapun, kemudian keluar melalui pintu 'EXIT' tadi. Tepat jam 21.30 Wib, kulihat jam di ponselku.

"Silahkan Kak" Kata pelayan sambil menaruh semangkuk ramen di mejaku dan berlalu.
.
Hmmmmh, tercium dari aromanya sudah enak sekali rasanya. Sembari makan, sesekali mataku melirik ke arah pintu yang bertuliskan 'EXIT' di samping belakangku. Saat seseorang membukanya, aku tidak melihat pintu tersebut adalah jalan keluar dari hotel. lagi pula, sejak tadi orang yang masuk ke pintu tersebu kebanyakan mereka yang baru saja masuk dari arah lobi.

Penasaran, sambil memesan kembali minuman dingin ke pelayan, ku tanyakan kepada pelayan tersebut.

"mba, itu pintu keluar ke mana yah ? parkiran bukanya sebelah sana" tanyaku sambil menunjuk ke arah parkiran hotel.

"itu pintu menuju club kak, pintanya memang sengaja diberikan tulisan 'EXIT' biar tidak terlalu mencolok" katanya sambil tersenyum.

"eumhh" hela nafas. Pantas saja dari tadi banyak orang masuk dari arah pintu masuk lobi. "Pintunya prank, wkwk" dalam hatiku.

Tak terasa, sudah hampir satu jam lebih aku duduk di meja mie ramen. Kulihat jam di ponselku sudah menunjukan jam 22.18.

Terasa ngantuk, aku kembali menuju kamarku, malas sekali rasanya untuk berjalan. Berdiri dan memasuki lift, suasana tidak lagi ramai seperti di tempat sebelumnya.

"Hebat sekali hotel ini" pikirku sembari menuju kamar, menembus koridor yang semakin sepi di lantai letak kamarku berada. Sebelumnya, aku hanya menyangka hanya di lantai paling atas tempat pengunjung bar untuk minum dan berpoya-poya. ternyata ada club di basement, aman dan tersembunyi.

"ah, akhirnya aku tiba di kamarku, ingin sekali secepatnya aku terlelap di atas kasur yang empuk itu!" Gumamku tak seperti perasaanku yang semakin terasa takut ini.

Mencoba mengalihkan pikiran, aku menyalakan Tv dan bergegas sembunyi di balik selimut. Semakin liar saja pikiranku ini, imajinasi yang serba horor tergambar hingga membuat leherku terasa kaku dibuatnya. Untuk menengok ke arah samping, pun rasanya tak kuasa, rasa takut akan ada bayangan dibalik kaca kamar mandi dan jendela terus menempel dalam otakku.

Mencoba melawan rasa takut itu, ku ambil air minum yang terletak di meja kecil di bawah tv yang sedang menyala. aku mencoba memberanikan diri dan dengan cepat aku minum lalu kembali ke kasur sambil melompat. parah,... apa yang sedang aku alami ini.

tiba-tiba suara tv menjadi hilang tak bersuara, perasaanku semakin tidak karuan, bayangan hitam dibalik kaca kamar mandi dan sudut jendela semakin tergambar jelas dalam pikiranku. Sedikit pun tidak berani membuka selimut yang aku kenakan di sekujur tubuh hingga kepalaku ini.

"prakkkk...kkk" suaran benda jatuh. Suasana menjadi hening, terdengar suara air menetes di balik kaca skat kamar mandiku. "tidaaaaaak" dalam hati. rasanya ingin sekali malam ini cepat berakhir dan aku bisa menyelesaikan pelatihan ini.

hingga tak sadar, terdengar suara adzan berkumandang. jam 4.20, subuh. ku gapai ponselku, kemudian kumatikan bunyi alarm. terlihat remot tv yang tergeletak di lantai.

"mungkinkah suara remot tv ini yang semalam mengagetkan aku, tapi siapa yang menjatuhkan?!" pikirku mencoba mencari jawab semua misteri yang terjadi.

Aku masih terjaga dan masih tetap berada di atas kasur ini. Sesaat sebelum aku mencoba untuk bersiap dan mandi, ku ingat saat aku melompat menaiki kasur malam tadi, posisi remot tv berada di kasur. Karena terjepit tubuhku, mungkin sekali kakiku yang terhalang selimut menekan tombol mute dan membuat tv tak bersuara.

ke esokan harinya aku melanjutkan pelatihanku dan bisa tertidur nyenyak di hotel, setelah semua yang aku rasakan tadi malam, aku mencoba mengendalikan pikiranku dan ternyata di hotel itu tidak ada apa-apa. semua hanya bayangan yang ada dalam imajinasiku saja.

"Selamat tidur Nur" Ucapku dalam hati. Besok kamu akan pulang membawa materi baru untuk diterapkan di kantormu" Pungkasnya.

Tidur.*G)