Mijahkeun atau memijahkan ikan merupakan agenda inti, terukhus bagi para petani benih. demikian, melihat beberapa pelaku usaha yang bergerak dibidang perikanan, kini mulai mempelajari pelbagai teori dan praktik dalam segment-segment usaha ikan.
Ariq (25) salah satu pelaku usaha terkait, menuturkan bahwa dirinya sedang dan terus belajar mendalami berbagai segment, khususnya di segment pemijahan. sebelumnya, ia telah menekuni segment tani pembesaran ikan hampir 3tahun.
"nyaris 3tahunan, ya saya merasa berhasil. mungkin karena saya pribadi memandang bahwa rangkaian dalam bertani di segment pembesaran belum menemukan lagi hal yang lebih mendalam" jelasnya kepada Mr.G, Rabu (16/02) malam.
Jadi, Tambah Ariq, saat ini Ia sedang mendalami segment pemijahan.
"beberapa kali saya sempat sukses dalam memijahkan, baru kali ini saya merasa ada hal yang berbeda dari sebelumnya. sejak proses diawalinya aktivitas memijahkan, sedikit berbeda dari kebiasaan sebelumnya" Tuturnya.
Ia menjelaskan bahwa ada kebiasaan-kebiasaan atau tanda-tanda yang biasa terjadi dan menjadi sebuah patokan untuk melanjutkan dari proses ke proses. diantaranya pembersihan kolam hingga sesuai dengan yang diharapkan, pengendapan air selama kurang lebih 3 hari. setelah itu baru mulai ke tahap dimana indukan dimasukan ke dalam kolam tersebut.
Biasanya ikan dimasukan ke kolam pada jam sekitar 10.00, setelah itu ikan akan mulai melaksanakan perkawinan ( mijah ) pada jam 23.00. proses pemijahan akan berlansung kurang lebih 5 jam, meskipun hal tersebut kembali pada beberapa faktor seperti ukuran, jumlah, tingkat stres yang dialami ikan dan faktor lain yang dapat mempengaruhi keberlangsungan pemijahan.
"yang terakhir ini, rangkaian tersebut tidak terjadi sesuai jadwal layaknya proses pemijahan pada pengalaman saya sebelumnya" katanya.
Meski demikian, Ariq tetap menyelesaikan tahapan-tahapan tersebut, meski Ia sedikit kebingungan, kecewa dan pesimis atas proses pemijahan kali ini.
Tidak seperti yang diprediksikan sebelumnya, fakta di lapangan menjukan perkembangan yang baik, meski tidak seperti biasa. nyaris 3 bulan dilalui dan saat ini beberapa ikan memiliki bobot sekitar 1-2kg per ekor.
Meski belum diketahui penyebab pastinya, kenapa hal ini bisa terjadi dan faktor-faktor apa saja yang mempengaruhinya. Ariq berpesan agar tidak mudah berputus asa dalam belajar, terlebih Ia meyakini bahwa sesuatu yang bernyawa tidak bisa atas kehendak manusia. *G)
.
.
.
tonton video panen ikan mas babon yang mencapai 12kg per ekor, cek videonya disini. terimakasih