“cintai aku dengan bumiku, rasakan cinta berdua selamanya”. Demikian sepenggal lirik lagu yang dinyanyikan oleh seorang penyanyi cwe saat saya bermimpi dalam tidur tadi malam.
Seperti biasa, semenjak saya tinggal di jakarta, saya tinggal dengan tanaman bunga Melati Toska di kosan. Sambil menunggu air panas, saya bangun dan memberikan satu gelas air mineral untuk minum si melati.
Demikian, setiap pagi ketika bangun dan malam ketika hendak tidur, saya selalu menyiraminya dengan penuh kasih dan cinta.
“kayanya si cwe penyanyi itu juga pecinta lingkungan, tapi sialnya klo boleh gue prediksi dia habis membalas cinta alien dari neptunus atau planet manalah”. Saya berdo’a, agar alien yang mau ngerusak bumi pada tobat dan bisa membantu menyeimbangkan kembali bumi yang sudah tidak karuan ini.
Setelah itu, tentunya saya mandi. Karena kegiatan mandi adalah hal yang paling saya sukai sejak saya kecil, meski kini saya sadar bahwa mungkin sekitar 15% waktu yang sebenarnya saya alokasikan untuk kegiatan mandi tersebut. Ya, karena 50%-nya mainin air dan sisanya mainin air lagi sambil membayangkan dan mengkonsep ulang rencana kehidupan dihari tersebut agar berjalan dengan indah dan menyenangkan. Hanya saja pagi ini saya tidak mandi, karena melihat air sudah panas, akhirnya saya membuat kopi dan menikmati pagi yang akan menjadi bosan. Memang hari ini gak ada kelas sih.
“Yeah, tugas sih udah pasti ada dan selalu gue kerjain juga. Cuma suasananya ituloh men...boring abis”. Setelah satu dua batang rokok habis saya hisap, saya menyalakan leptop. Sambil menunggu leptopnya siap untuk dioperasikan, makan wafer coklat dengan krim putih didalamnya seolah menjadi ritual untuk memulai mengerjakan tugas kuliah saya.
Sedikit berbeda, dalam wafer yang satu ini krimnya seperti ada yang menggerogoti, “jangan-jangan embah plato sama temen-temen filosof lainnya nih yang makan”, kebetulan saat itu saya hendak mengerjakan tugas filsafat ilmu. Saya perhatikan, lekukan krim putih yang menempel dalam sisi wafer bulat sangat jelas seperti bumi dengan letak geografisnya yang samar. Menakjubkan ! Agar seperti anak kekinian juga, akhirnya saya fhoto. Namun sebelumnya, saya gambarkan pula batang penyangga agar terlihat seperti bola dunia (globe) yang sering saya putar-putar ketika saya sekolah di smp.
Akhirnya saya memutuskan untuk tidak memakannya, dan mulai membuka file-file tugas dileptop. Rasanya saya sangat serakah ketika saya berniat untuk menghabisi wafer tersebut, terlebih wafernya terlanjur menggambarkan bumi bagi saya. Teringat cerita serakahnya manusia jika dibandingkan dengan hewan, hewan hanya memakan tanaman yang keluar dari pagar saja, sedang manusia melompati pagar untuk bisa memakan tanaman beserta buahnya.
Karena saya merasa tidak seperti itu, akhirnya saya simpan diluar kamar tepat di pojokan pot bunga melati toska. Saya biarkan bumi yang satu ini rusak akibat digerogoti oleh gerombolan semut serakah. Nyaris selesai tugas kuliah saya, ketika saya tengok ternyata wafernya masih utuh aja, semut sih banyak, cuma ga ada tuh yang sibuk keliatan lagi makanin wafer krimnya. Dasar manusia,
#manusia #serakah #bumi #tua #kiamat #waffer #cokelat #cream #mimpi #pecinta #alam #air #pagi #ngelantur #okey #bye
Tidak ada komentar:
Posting Komentar