Jumat, 05 Juni 2015

Penemu Batu Batre

Ini dia para penemu batu batre -..- #apaansih

Spesial itu hanyalah rasa, seperti dulu gue percaya bahwa jika gue berlari dengan sandal jepit dipakai dikedua tangan gue, maka kecepatan lari gue bertambah tiga kali lebih cepat dari sebelumnya. Ketika gue kalah dalam sebuah komite karena balencing dibawah standar kekokohan kuda-kuda sang juara, turnamen berikutnya gue juara karena sebelumnya gue yakin bahwa badan gendut itu tidak mempengaruhi efektifitas gerak dan keseimbangan tubuh, trimakasih sensey Po, (kung fu Panda). Tapi percaya, yakin dan rasa itu hanyalah ilusi.
Sekelumit kisah para ilmuwan psikomotorik yang katanya beruntung bisa mengenyam bangku master di tengah-tengah negeri indonesia, di sebuah universitas negeri di kota metropolitan, Jakarta! Di sini, rasanya kami dekat dengan dunia. Perbandingan kami sudah bukan lagi masyarakat lokal nasional, tapi internasional.
Selepas acara Asean Conference Sport Scine And Physical Education, kami berkumpul sambil menikmati secangkir kopi. Memandang langit dengan jarak awan yang serasa mudah digapai dengan loncatan pemain basket, mudah digoyangkan oleh pemain volly, karena awannya sangat rendah serendah posisi stick hokey, #eaaa
Tapi buat gue, itu semua dongeng. Disaat metodologi modern semakin menyulitkan peneliti muda. Semuanya berubah, semenjak itu jam coffee break tidak lagi menjadi pelepas kepenatan, nongkrong di sevel tidak lagi bermuatan. Parahnya setelah pulang, sosok nene sihir menunggu digerbang untuk menagih uang kosan. Seorang ketua kelas yang sering kali cepat merespon saat kami sulit untuk mendistraksi stress, namanya @sigit. saat itu pesenan kopi gue dateng, sigit memraih dan mencicip kopi gue. Dia muntahin men, gue kira gara-gara kopinya panas, tapi dia malah ngomel sambil bilang “cuih, pahit benar. ini kopi apa kenyataan hidup?”. Demikian si jenaka irasional ini mencoba mencairkan suasana. Lalu dia pesan kopi juga, “mba, kopinya satu ya, yang pahi” ujarnya ke palayan cantik. Kami bertanya-tanya kenapa yang dipesan kopi pahit?!. “kopi pahit mas?” pelayan cantik itu kembali bertanya, “iya, karena aku yakin cinta bisa menyatukan yang manis dengan yang pahit”. #eaaa

#distraksi #stres #strugle #sickness #brotherforever #bettertogether #masterstudy

Tidak ada komentar:

Posting Komentar