Usahanya sebagai pengrajin parako, yakni sebuah tembok nisan yang terbuat dari semen dan pasir yang dibentuk sedemikian rupa untuk sebuah makam.
"tiap tahun juga ramai, apalagi tahun-tahun sekarang. kan banyak yang terkena covid19" Kata Didin kepada Mr.G, Rabu (16/02) sore hari di tempat usahanya.
Didin tidak sendiri, Ia bersama beberapa temanya dalam menjalankan usaha parako ini. nyaris 5tahun usaha ini berjalan dan senantiasa terus berkembang.
"sudah 5 tahunan, sama ini ada boss, ada teman juga sama bikin seperti ini" ujarnya.
saat ini, didin mampu memproduksi 1 buah parako dalam sehari. Ia menuturkan bahwa untuk penjualanya saat ini sehari minimal 1 parako terjual setiap harinya.
bahkan, Ia menjelaskan bahwa pembelinya tidak hanya masyarakat lokal Sumedang, Ia mengaku sempat mengirimkan produknya ke Kabupaten Garut, Subang dan Majalengka. *G)
_____
simak video pembuatan parako disini.